Laman

Senin, 06 Desember 2021

INOVASI PEMBELAJARAN PADA SATUAN PENDIDIKAN ANAK USIA DINI DI MASA PANDEMI

 Oleh 

Aip Saripudin

        Pendidikan Anak Usia Dini (PAUD) merupakan lembaga pendidikan pra sekolah, tentunya memiliki sistem pembelajaran yang berbeda dengan jenjang pendidikan di atasnya. Anak usia dini dalam masa pertumbuhan dan perkembangan yang pesat, tidak heran pada usia ini dijuluki sebagai usia emas. Karena itulah anak usia dini harus mendapatkan pelayanan khusus yakni stimulasi secara langsung. Mewabahnya Covid 19 ini telah menyulitkan dalam pelaksanaan proses pembelajaran di sekolah. Betapa tidak pembelajaran yang seharusnya dilakukan secara langsung dimana ada interaksi antara guru dan peserta didik dengan melibatkan semua aspek perkembangan harus berubah menjadi pembelajaran jarak jauh (PJJ). Hal ini tentunya akan berpengaruhi proses tumbuh kembang anak yang biasa dilakukan secara tatap muka. Anak usia dini merupakan puncak keemasan dalam perkembangan. Karenanya pada usia ini anak memerlukan sentuhan kehangatan dan komunikasi yang intens baik verbal maupun non verbal. Selain itu anak usia dini memerlukan motivasi melalui permainanpermainan yang hanya bisa dilakukan secara tatap muka. Akibatnya proses tumbuh kembang anak yang menjadi program PAUD tidak optimal dilakukan, padahal peran Pendidikan Anak Usia Dini memiliki peranan yang sangat penting dalam pengembangan potensi awal anak, untuk memenuhi tumbuh kembang anak agar memiliki kesiapan saat mengikuti pendidikan selanjutnya. Hal ini sesuai dengan UUSPN No. 20 tahun 2003 pasal 1 ayat 14 dijelaskan bahwa Pendidikan Anak Usia Dini (PAUD) adalah suatu strategi pembinaan yang ditujukan kepada anak sejak lahir sampai dengan usia enam tahun yang dilakukan melalui pemberian rangsangan pendidikan dalam membantu tumbuh kembang baik maupun rohani agar anak memiliki kesiapan dalam memasuki pendidikan selanjutnya. Begitu pentingnya Pendidikan Anak Usia Dini sebagai pondasi pertumbuhan dan perkembangan anak. Maka guru harus bisa membuat menyajikan yang kreatif dan inovatif, agar tujuan Pendidikan Anak Usia Dini tetap dapat tercapai walaupun di tengah pandemi covid 19. Inovasi pembelajaran dapat diartikan sebagai suatu ide, gagasan, atau tindakantindakan tertentu dalam bidang pembelajaran yang dianggap baru untuk memecahkan masalah pendidikan. Inovasi dalam dunia pendidikan biasanya muncul dari adanya keresahan-keresahan pihak tertentu tentang penyelenggaraan pendidikan. Selain atas dasar tersebut, inovasi pembelajaran merupakan hal yang sangat penting karena bertujuan untuk meningkatkan kualitas pembelajaran, meningkatkan efektifitas dan efisiensi, menyesuaikan dengan kebutuhan dan perkembangan ilmu pengetahuan dan teknologi.

        Pembelajaran Daring via Whatsapp Group Aplikasi Whatsapp merupakan aplikasi social media yang cukup familiar di semu kalangan masyarakat. WhatsApp mempunyai banyak manfaat di masa pandemi ini terutama untuk pembelajaan daring. Aplikasi WhatsApp memiliki banyak fitur di antaranya adalah bisa mengirim pesan, voice note, berbagi foto, video, dan dokumen, terdapat groupy ang bisa menampung lebih dari 100 anggota grup. Karena cukup lengkap dan familiarnya aplikasi ini, maka Whatsapp menjadi salah satu media popoler dalam pembelajaran daring di semua jenjang pendidikan.

Dalam hal ini Whatsapp group digunakan sebagai sarana komunikasi guru dan wali murid, guru mengshare kegitan dan materi pembelajaran berupa foto maupun voice note. Setelah anak-anak melakukan kegiatan dirumah dengan pendampingan orang tua, maka orang tua melaporkannya di media Whattapp group ini juga. Pemanfaatan Whatsapp group ini selaras dengan penelitian Media Setyana Hutami, dkk (2020, pp. 126-130). Dalam penelitian ini disampaikan bahwa media Whatsapp group digunakan sebagai strategi guru di taman kanak-kanak dalam memelihara antusiasme peserta didik agar tetap semangat melakukan pembelajaran daring di Era COVID-19. Awalnya guru memberikan materi kepada para siswanya yang ada di group tersebut, kemudian guru memberikan intruksi untuk mengerjakan soal mengenai materi tersebut. Setelah materi itu dikerjakan, orangtua kembali melaporkan kerjaan anaknya melalui whatsapp group tersebut. Dalam melaporkan tugas harus disertai dengan nama supaya guru bisa dengan mudah memberikan penilaian kepada siswa yang berpartisipas dalam group tersebut. Pembelajaran Daring via Google Classroom Google Classroom adalah layanan gratis yang dikembangkan Google untuk sekolah yang ditujukan untuk menyederhanakan mendistribusikan, dan menilai tugas dengan cara tanpa kertas (Sinuhaji, 2020).

Google Classroom atau google kelas dapat dikatakan aplikasi yang dikembangkan secara gratis. Aplikasi ini membantu guru dan peserta didik untuk berinteraksi secara daring. Dalam aplikasi ini guru bisa mengirimkan tugas, file berupa dokumen, video, foto maupun audio kepada peserta didik yang terdaftar dalam google kelasnya. Google kelas sudah sering digunakan oleh dosen dan guru pendidikan atas dalam pembelajaran sebelum pandemi covid 19. Google kelas masih jarang digunakan oleh lembaga PAUD dalam proses pembelajarannya. Aplikasi google kelas ini dipilih Karena semua file yang di upload disana tidak memenuhi memori ponsel Karena secara otomatis akan tersimpan di google drive. Selain itu guru juga dibekali pelatihan tentang pemanfaatn aplikasi kinemaster untuk mengedit video yang telah dibuat oleh guru, agar video yang disampaikan kepada peserta didik lebih menarik dan mudah diterima anak. Kendala utama dalam penggunaan inovasi dengan menggunakan teknologi informasi adalah keterbatasan guru terhadap penggunaan teknologi (literasi TIK masih rendah), kesulitan guru dalam memahami aplikasi ini kepada orang tua, jaringan internet yang tidak stabil, serta keterbatasan orang tua yang memiliki ponsel pintar dan paket data internet yang memadai.

Home Visit Home visit merupakan salah satu metode pembelajaran dimana guru mengunjungi siswa di rumah masing-masing. Kegiatan home visit ini sudah sering dilakukan oleh guru terutama di kelas bawah yakni PAUD dan SD. Kegiatan home visit ini biasanya di lakukan kepada anak-anak yang butuh perhatian, sakit dan lain sebagainya. Di masa pandemi covid 19 ini pembelajaran harus memenuhi syarat physical distancing dan menghindari kerumunan, oleh Karena itu metode home visit sebagai salah satu alternative metode pembelajaran di masa pandemi ini, termasuk di PAUD Inklusi Saymara. Home visit sebagai sarana untuk memonitoring perkembangan anak selama belajar dari rumah. Kegiatan home visit yang dilakukan sudah atas persetujuan orang tua dimana sekolah membuat form kesediaan untuk mengikuti kegiatan home visit. Adapun teknik pelaksanaan kegiatan home visit adalah dengan penjadwalan yakni 1 hari guru melakukan home visit kepada 1 anak, hal ini dilakukan agar proses pembelajaran selama di rumah bisa berjalan dengan maksimal. Sebelum kegiatan home visit dimulai, guru menyampaikan jadwal home visit kepada orang tua wali murid melalui media groupWhatsapp, kemudian orang tua merespon jadwal tersebut dan diperbolehkan untuk menukar jadwal apabila tidak bisa. Proses Home visit ini menjadi penting dikarenakan salah satu cara agar aspek perkembangan anak bisa terus dimonitor sehingga aktivitas belajar anak selama di rumah berhasil terlaksana dengan baik.

Evaluasi Perkembangan Anak via Google Form Penilaian merupakan proses pengukuran terhadap hasil dari kegiatan belajar anak (Suminah, 2018). Penilaian kegiatan belajar di PAUD menggunakan pendekatan penilaian otentik. Penilaian otentik merupakan penilaian proses dan hasil belajar untuk mengukur tingkat pencapaian kompetensi sikap (spiritual dan sosial), pengetahuan, dan keterampilan berdasarkan fakta yang sesungguhnya. Selama pandemi covid 19 guru tidak bisa bertemu secara tatap muka dengan anak didik karena anak belajar dari rumah.

Referensi:

Hutami, M. S., & Dkk. (2020). Metode Pembelajaran Melalui Whatsapp Group Sebagai Antisipasi Penyebaran Covid-19 pada AUD di TK ABA Kleco Kotagede. PAUDIA, 9(1).

Maryani, K. (2020). Penilaian dan Pelaporan Perkembangan Anak saat Pembelajaran di rumah di masa pandemic covid 19. Murham: Jurnal Pendidikan Anak Usia Dini, 1(1).

Pujiati, & Dkk. (2018). Membangun Keterlibatan Orang Tua dalam pembelajarann Bahasa Inggris, melalui Aplikasi Google Classroom di Kecamatan Cibinong. Prosiding Seminar Nasional Desain Dan Arsitektur (SENADA), 1(10).

Sinuhaji, J. (2020). Mengenal Google Classroom hingga Cara Menggunakannya, Aplikasi yang Digunakan untuk Belajar Online. 13 Juli 2020.

Suminah, E. (2018). Penilaian Pembelajaran PAUD. Jakarta: Direktorat Jenderal Pendidikan Anak Usia Dini dan Pendidikan Masyarakat, Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan.

Wahyuni. (2018). Penyusunan Rencana Pelaksanaan Pembelajaran PAUD. Jakarta: Direktorat Jenderal Pendidikan Anak Usia Dini dan Pendidikan Masyarakat, Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar